manusia terhebat yang ku miliki. tepat berdiri bersandar dihati. aku adalah kebanggaannya, kebanggaanku adalah dia. tegap badannya melindungiku. panah doanya, menumpas musuhku. jika aku menghampirinya, ia akan berlari-lari menjemput aku. jika aku berpaling dari rindunya, ia akan menangis mengenang aku.
aura namanya adalah hasil keringat sepanjang hari. ia begitu murni, pemimpin sejati. pernah kakinya gemetar datang padaku, membawa lembar terakhir uang yang lusuh. jika aku tidak terharu, sudah buta hatiku. tawanya mengundang tangis. humornya begitu ekspresif. ia adalah komedian nomor satu idolaku, yang hanya ku dengar aksinya lewat cerita.
kesalahannya fatal, tetapi kasihnya kental. memaafkannya adalah hal terpandai yang pernah ku lakukan, mengasihinya adalah perjuangan. hatinya begitu misterius tetapi tulusnya tak putus-putus. jika aku haus, diberinya ku minum. jika ku lapar, diberikannya ku roti. sungguh ia adalah dambaanku, dambaan kelak nanti, cucu -cucuku.
namanya seumpama bendera negeri. kata terindah yang berkibar di tiang tertinggi yang mengundang segala hormat untuk terpatri. menyebut kata “ayah”, adalah keberanian. mencintainya adalah kewajiban. “ayahku” adalah sebutan terdalam yang pernah kurasakan. ayah mewariskanku ilmu, darahnya di nadi, mendidik langkahku. entah aku berada di utara atau selatan, di langit atau di hutan,… mengatakan “aku anaknya!” adalah kalimat termewah bagi hidupku.
secuil diriku, untuk mendiang ayahku, dan untuk teman yang suka bohong sama papanya :)
November 2009
65 posts
sukar dibayangkan. sebagai pencinta aksara, aku tak ingin huruf-hurufku protes lalu berkata, “Tuan, kami sungguh tidak sanggup menjelaskan rasa rindu yang tuan derita!” kujelajahi isi benak. mungkin rasanya sebinar isi mata Colombus saat menginjak tanah Amerika? atau senikmat ciuman pertama Adam dan Hawa? hmmmff… yang kutahu hanyalah begitu indahnya. mungkin indahnya seindah lukisan polos anak desa yang tersimpan di dasar danau toba. hanya bisa dipandang indahnya melalui bantuan cahaya bulan purnama dari atas perahu tradisional buatan tangan pribumi.. atau juga seperti bunga tulip muda saat terguyur embun di kala kupu-kupu bersandar pada putiknya. hingga mahkotanyapun terlalu suci untuk disentuh tangan manusia.. sungguh mengherankan aku, tapi mengindahkan dunia.
maaf, aku menguap. aku hanya terlalu semangat untuk bermimpi. jika takdir bersikeras untuk menyatukan kita, biarkan aku bangga karena pernah bermimpi. memang.. setiap bingkai-bingkai besar yang kerap kali membuatku merona, kupakunya di dinding saraf. tetapi memori tentang hal-hal kecil yang amat secuil, sungguh memaku jiwaku sendiri di sepanjang dinding usia! aku hangat oleh senyumku sendiri. tangkap senyumku, angkat cintamu, mari bersulang! cheers……… :)
nada hidupku tiba-tiba naik 4 oktaf seiring kehadiran gadis yang gemar berkaca dan berdebat perihal busana. meski nafasku berat untuk bersenandung, dan beberapa potong lirik sungguh misterius untuk kujiwai, tapi aku tak henti-hentinya menari. sari pati musiknya menyentuh alam bawah sadarku sebagai manusia, hingga aku tertawa seada-adanya. oh Tuhan, betapaku sungguh mencintai hal-hal kecil yang terjadi, seperti aku akan melakukan hal-hal besar nanti. amin!
hidup di jaman ini memang keras. kalo keadaan psikologis gue lemah, mungkin gue uda nyakar-nyakar kaca mobil orang di lampu merah manggarai kemarin.
tapi untung, gue lebih milih pasang senyum aja. :)
friend,
sahabat-sahabat gue udah kenal banget sama motor cina sanex beracun, teman setia gue kemana-mana.
warna nya emas-emas pudar gitu.
mocin itu keluaran tahun 2000.
gue menunggangi nya dengan bangga, sejak gue baru memakai seragam putih biru.
waktu itu, gue berasa yang paling ganteng diantara kawan yang lain.
bayangin aja, SMP kelas satu jaman itu, baru gue doang yang paling enggak uda bisa ngegonceng cewek naek motor dibanding kawan-kawan gue yang lain.
berasa bet ganteng gue waktu itu.
sampe-sampe waktu itu ada stiker di spakbor belakangnya, “for cewek cakep only.”
sadis kan noraknya???
hehehe.
tapi sekarang, temen-temen gue kendaraannya uda beraneka ragam.
motornya mantep-mantep.
ada juga beberapa yang udah bawaannya mobil.
dan gue? gue? gue?
gue masih bersama mocin beracun itu sampai 2008 ini. hahahahaha, sedih!
mencintaimu bukan sekedar aku ingin mendapatkanmu. Tetapi aku ingin menjaga apa yang Tuhan anugerahkan kepadaku.
Memperjuangkanmu bukan sekedar menunggu suatu celah di mana aku bisa menaklukan dirimu. Tetapi adalah bagaimana aku bisa menaklukan diriku sendiri demi kamu.
Mengharapkanmu bukan sekedar aku berlutut berdoa berulangkali menyebut namamu. Tetapi adalah percaya bahwa suatu saat nanti aku pasti takdirmu.
Memilikimu bukan sekedar merasa bangga telah mendapatkanmu. Tetapi aku lebih merasa telah beruntung karena di sampingmu.
Merindukanmu bukan sekedar mengingat cerita yang pernah aku lewati bersamamu. Tetapi adalah betapa aku antusiasnya menanti hal-hal ajaib yang akan aku lewati denganmu.
Kamu: bukan sekedar wanita yang layak aku kagumi dengan jujur. Tetapi juga seorang wanita yang bisa apa adanya mengagumiku.
saat hujan turun dan menggenangkan kota, aku pernah menyangka bahwa matahari telah hilang.
tapi ternyata, aku lupa bahwa awan-awan tebal yang menutupi wujudnya.
saat aku berjalan di atas lamunan lampu kota, aku mengira bahwa bulan sedang mengikuti dan mengawasiku diam-diam.
namun ternyata tidak.
karena aku hanya kuatir pada kesunyian malam.
aku tertawa-tawa mengakui kekeliruanku, saat aku merasa disenyumi bapak presiden terus menerus. padahal, itu hanya foto beliau yang terpaku di dinding kelas.
begitu juga jika kau menganggap bahwa aku itu ada lalu tiba-tiba menghilang bagai uap..
karena sebenarnya, pikiran-pikiranmu sendiri yang menyembunyikannya.
“MAMA TERLALU MEMANJAKAN DIA!” teriak sang Papah sambil mengoyak-ngoyak dasi yang melingkari kerah kemeja nya.
“sudah lah pah, biar bagaimana.. Romi kan anak kita satu-satunya.” jawab sang Mamah.
mendengar pertengkaran itu, Romi langsung masuk kamar. Ia terlihat gerah atas keegoisan papahnya.
“nah.. itu.. itu.. mama liat sendirikan anak kebanggaan mama. sudah tidak ada sopan-sopannya!”
“sudah lah pah…?!?!?”
“Arrrrgghh!”
gue ngakak ga ada berentinya pas ngeliat adegan ini pada sebuah sinetron yang jika anak kecil menontonnya, harus didampingi orang tua.
gokil abis skenarionya.
bosan, gue ganti ke channel lain.
aku tidak ingin berlomba
seakan-akan kamu adalah piala
siapa yang menang, yang mendapatkannya
tidak!
karena kamu itu lebih berarti dari sebuah medali
kamu itu lebih terang dari obor olimpiade
dan kamu lebih menegangkan dari babak adu pinalti
kamu lebih lebih lebih lebih lebih dari itu semua
aku juga tidak akan mengejar habis-habisan hatimu yang sebenarnya tidak beranjak
sekarang mari kita akui kenyataan
bahwa kamu bukanlah piala yang harus aku perjuangkan
tetapi mungkin banyak orang yang memburumu sampai ke palung samudera hindia
terserah
tapi bagiku
itu adalah kesalahan menentukan objek
ya!
karena sebenarnya,
aku dan kamu adalah sebuah subjek jamak yang memperjuangkan sebuah piala
agar kedua tangan kita bisa mengangkatnya ke atas bersama-sama
ya, bersama-sama!
tahun baru 2008 kemaren agak lebih miris dari pada tahun baruan ini (2009).
kawan-kawan jebolan neraka, yang terperangkap oleh tipu muslihat iblis, dan kawan-kawan yang berkawan dengan botol-botol minuman yang isinya semburan jigong-jigong lucifer. mereka adalah kawan-kawan sepenanggungan, kawan-kawan SMA, kawan-kawan pemikir dan kawan-kawan yang gemar sekali tertawa sampai bosan tertawa. hahaha.
sebut saja louis sangki, yang sekarang adalah DJ kawakan yang sering beredar di selatan jakarta. (sadiiiiiiiiis).
kebetulan di hari malang itu, ia adalah tuan rumah pesta berdarah tersebut.
di hari itu, ia berhasil berdiri ditengah muntah-muntah kami hingga pukul 6 pagi. salut.
dihari itu ia membela habis-habisan derajat manadonese yang menurutnya ‘pamabo sejati.’ hahahaha.
tapi salut, dia berhasil.
bola bisa bikin mati!
malem minggu jam1 pagi.
‘orang ronda’ udah ngetok kentongan sebanyak satu kali bunyinya.
huuuuaaaaapffff..
hari itu gue berjuang melek demi menyaksikan club kesayangan gue bertanding.
sepak bola.
kalo bicara soal sepak bola, gue termasuk orang yang harus masuk panti rehabilitasi khusus pecandu sepak bola.
selain emang jago dan rada mirip cesc fabregas pemain spanyol itu, gue juga pernah miskin mendadak gara-gara kalah taruhan bola.
jadi, sangat amat nyaris gue menyerahkan hidup gue pada sepak bola sebelum akhirnya mendapat panggilan sorgawi menjadi penulis sekaligus cover boy.
inter.
waktu jaman SMP, gue suka banget sama klub intermilan.
malah bisa dibilang, ngefans abiss!
dikit-dikit, inter. dikit dikit inter.
apaaa juga inter!
kalo orang nanya, “zerry sekolah biar apa?”, pasti gue jawab, “inter.”
kalo nyokap gue nyuruh makan, pasti gue jawab juga, “inter dulu!”
inter lah pokoknya! inteeeer!!!!! (kenape????! ga suka??!)
makanya, pas pagi itu, walau nyokap teriak, “zeeeeeer, tidur!”, naluri “bodo amat menanan”nya keluar, ” inter dulu ahh!” jawab gue enteng.
terserah nanti or besok mo ngapain, yang penting inter!
sebenernya sii, kalo bicara sedikit soal klub sepak bola, sekarang gue rada kurang loyal.
bagi gue, sepak bola adalah belanda. belanda adalah netherlands.
netherlands adalah orange. dan orange adalah segalanya.
maklum, gue kan rada keturunan belande dikit.
(tapi sayangnya belanda belum pernah juara piala dunia. hikz hikz hikz!)
saat gue tengok sedikit ke temen-temen gue yang diserang virus bola, sebenernya gue sama sekali belum ada apa-apanya.
contoh klasiknya, alain hart ngantung.
temen SMA gue yang doyan nokip ini selalu mencoret file gue bahkan file anak sekelas dengan formasi the dream team 4-3-3 attacking pujaannya. parahnya, dia selalu menyebut dirinya “alain drogba!”(kasian yaa!)
maklum, dia seorang penganut chelsea sejati.
dalam hati gue, mending chelsea olivia ketauan, walau kayak kelinci labil kurang wortel, tetep aje mauut. haha„
kalo kerumah alain nih,
dikamarnya penuh dengan koran-koran yang berhubungan dengan sepak bola.
dia mempelajari berbagai macam taktik, isu-isu transfer pemain, malahan gosip-gosip hangat seputar kehidupan para pemain sepak bola diluar negeri sana.
pas memang untuk menjadi seorang pelatih. tapi tepatnya melatih monyet supaya bisa terbang.
“jadi kamu ini teman sekolahnya Susi (nama samaran)?”
ahhhhh! kenapa mahluk mengerikan ini adalah bokap pacar gue sendiri. gumul gue dalem hati.
dia duduk disamping gue dengan nada yang halus tetapi tajam. rambutnya yang cepak dan lingkar wajahnya yang kekar meyakinkan gue kalo misalnya gue salah ngomong sedikit aja, mulut gue bakal di sumpel pake koran yang lagi dia baca.
“hmmm, bukan pak!, eh, om?!” jawab gue berlumur keringat dingin.
senyum gue maksa. persis kayak lagi boker sambil ngaca.
lalu gue sambung, “saya di kenalin nani (temen sekelasnya susi).”
duh, tegang gue. baru kali ini gue ngadepin bokap pacar yang setelannya kayak panglima perang. apalagi idungnya besar. gue takut kalo dia bersin, terus ingusnya muncrat ke muka gue. ampun-ampun deh.
sambil membolak-balik lembar koran hari ini, bokapnya mengerutkan dahi nya.
nanti akan berlari-larian seperti kurcaci:
yaitu adalah mereka yang sujud pada kemistikan dan ramalan ilmu perbintangan
mereka yang terseret kecanggihan dan ahli pikir
mereka yang berkata malam adalah terang
mereka para pemusnah dan pendakwa
mereka yang enggan menghitung hari-hari dengan kebaikan
mereka yang terperangkap kalimat ‘ketidakmungkinan’
dan mereka yang terus bertanya-tanya sampai menunggu bumi dihancurkan
tetapi sebelumnya:
Izinkan aku melihat jutaan lembar diari yang sudah dicatat malaikat
tentang betapa aku sungguh memalingkan wajahku dari uluran tangan, melarikan jiwaku dari sebuah panggilan dan gemar membicarakan nama-Mu dengan sembarangan
supaya hati yang keras ini bisa menangis dan mengucilkan diriku sendiri, yang lebih kotor dari air kubangan..
Tuhan, mengapa Kau sungguh ingin memanggilku terus?
karena fakta ini, aku lebih suka mengira bahwa cinta adalah sebuah ketidakmenentuan.
kau menggenggam tangannya memberi harapan tetapi dalam waktu yang bersamaan, aku menunggumu dengan sebutir kepastian?
aku itu seperti artefak yang kau poles dengan braso
yang hanya sebuah bukti historikal penuh arti kehidupan
tetapi tidak mungkin bisa menjadi emas untuk kau kenakan di pesta perayaan
ya.
teruji memang.
cintamu memang besar dan berkelas
begitu kuat dan tak tergoyahkan air pasang
ya ya ya..
sampai-sampai kau bisa mengkelas-kelaskan seberapa besar cinta-cinta yang meminta senyummu dan kau juga mahir menggoyahkan harapan satu orang yang sudah lama bertelut menunggu wujudmu
Orang macam Eja, kalo ngeliat kayak gini reaksinya langsung berlebihan. Gue lihat giginya seperti sedang disentil-sentil setan cabul, “ting..ting!” (begitu bunyinya). Bola matanya melotot. gue bisa lihat bagaimana giginya telah menyulitkannya untuk tersenyum terbinar-binar. nafasnya terhenti. hidungnya kembang-kempis. mendadak, kepalanya yang botak berubah menjadi gimbal. kalo mukanya, emang dari dulu gimbal. bulu kakinya mekar, lidahnya menjulur keluar, dan air liurnya sampai mengotori lantai. jantungnya berdegup-degup kencang. tidak lebih dari sepuluh detik, seketika itu juga Eja langsung ejakulasi.
“Mariana Renata, Zer, Mariana Renata, Zer,…” begitu katanya berulang-ulang.
ia gue llihat seperti mengigau tidak karuan. reaksinya kembali berlebihan.
“Iya Ja, iya. Melek dong, gue disini.” jawab gue.
terlihat ia sedang membungkuk. mulutnya diarahkan ke closet. HUEK! HUEK! itu yang gue dengar.
lalu ia terbaring di kamar mandi tanpa busana, sambil memegang selembar kertas yang ia sobek dari majalah.
“Mariana Renata, Zer,” katanya lagi.
sekonyong-konyong gue berubah menjadi panik. “MEDIC! MEDICCC!”
Ah, kok jadi gue yang berlebihan!
bagi mereka yang mempunyai kesulitan untuk mengungkapkan sesuatu secara verbal, menulis mungkin akan membantu mereka melepaskan perasaan yang cenderung mereka bawa.
sedangkan bagi mereka yang memiliki kemampuan verbal sangat tinggi, menulis mungkin akan menjaga mereka agar tidak terlalu banyak bicara pada waktu yang tidak tepat.
di samping itu, menulis seringkali membantu kita untuk melihat masalah lebih jelas daripada membicarakannya.
Kertas hanyalah teman yang takkan protes. Indah bukan?
kawan, tahukah kau apa yang ku rasakan?
tersiksa kawan, tersiksa.
hiks hiks hiks hiks.
punggungku seperti dipecut-pecutkan seorang Madonna yang mengenakan baju kucing, dengan stocking ala macan rimba. leherku seperti dilindes kaki Pretty asmara. dan pinggangku, rasanya seperti di peluk gorilla gila. disiksa dan disiksa.
tapi seriusan. kondisi ini menyiksa gue.
secara fisik gue jadi lemah.
misalnya ada burung pipit berak diatas kepala gue, pasti gue langsung jatuh tak kuasa menahan bebannya.
lemaf friend, gimana sih kalo lemah! arghh! (gue marah-marah).
apa ini saatnya untuk menari india?
Satu kali lagi kau membuatku seduktif
mataku jadi ingin berenang-renang
atau mungkin meroket ke sana
tapi jika tidak bisa, aku ingin menyusuri lurus rel kereta saja
menapak-napaki terus isi otakmu yang aktif
tapi aku menjadi abortif
ketika aku menginjak ranjau aditif
yang tersembunyi dibalik rerumputanmu yang restif
ah, sekali lagi
kau memang pintar kawan
untung aku agak festif
jadi jika aku merasa stagnasi
aku tetap mengangkat gelas
karena isi hatimu tidak aversif
kepada mimpiku yang mirip asketis
mari bersulang!
untuk kemisteriusan kita yang brilliant
Senin, 19 Januari 2009
Di kursi penuh imajinatif
Zarry Hendrik
Hujan deras beserta angin-anginnya tidak menghalangi kemesraan antara aku dan pujaan hati ku.
Bulan mengintip adegan ini dengan tersipu-sipu.
aku tatap matanya. menyodorkan jari terkecilku. “Janji, kamu ga bakal ninggalin akuh lagi?” begitu kata ku.
Bulu matanya yang lentik membius hatiku kala dia berkedip.
matanya berubah berkaca-kaca.
“ho’oh!” katanya lembuuuuuuuut sekali. Aku menjadi tak kuasa memandang tetes-tetes hujan yang menimpa elok bibirnya yang tipis terbuka sedikit demi sedikit. Jantung ku berhenti. Ia menggigit bibirnya dan menatap mataku dalam.
Beberapa detik kita hanya terpaku oleh gairahnya tatap menatap sambil diguyur hujan.
Aku peluk dia. Meletakkan kepalanya di dada. Agar dia bisa merasakan degup-degup hati ini, dan agar aku juga bisa merasakan empuknya cinta.
tangannya merangkul punggungku. kuku-kuku jari tangannya meraihku.
“Sayang?”