December 2010
36 posts
Jika saya berwenang, saya akan menikahkan teh dan gula. Kemudian setiap pagi,...
1 tag
Beberapa Celetukan Euphoria Piala AFF 2010
Melihatnya begitu emosional, saya berpikir bahwa, “Baiklah! Kamu boleh memeluk Irfan Bachdim kalau ketemu, asal tidak lebih dari sedetik!”
Apakah benar, Timnas Indonesia adalah Timnas satu-satunya yang berangkat satu pesawat bareng pers untuk bertanding? *ngejengkang bentar*
Waktu Gonzales mencetak gol dan mencium lambang Garuda pada bajunya, pipi saya seperti sedang dikecup pahlawan...
1 tag
Garuda Di Dadaku
Mungkin bukan hanya kita, tetapi dunia pun tahu bahwa akhirnya Indonesia harus merelakan piala jatuh ke tangan Malaysia. Apakah ini akhir kompetisi yang menyedihkan? Kita tidak juara dan telah kalah lawan Malaysia?
Sesungguhnya saya bahagia. Saya melihat bahwa sepak bola punya kuasa yang besar dalam menggerakkan banyak jiwa di Nusantara untuk masuk ke hati Ibu Pertiwi. Ini amat terlihat di ajang...
1 tag
Pekat dalam ingatan, kau berlari-lari dalam relungku. Keringatmu bercucuran,...
1 tag
1 tag
Kita Sedang Bercinta
Tubuhmu bagus. Tuhan memang maha melukis.
Aku ingin menulis sesuatu tentangmu dengan menyeretkan jari yang paling manis di sepanjang buah dadamu. Kulihat hampir tanpa keluhan di tiap jengkalan cicak pada badanmu. Sementara kamu bernafas, terdengar bagai kepak malaikat. Aku ingin terbaring. Matamu itu tempat yang nyaman, seperti ada ranjang di dalam sana. Boleh pinjam lidahmu? Aku perlu...
1 tag
Kadang kita harus membuatnya kesal, benar-benar kesal, sangat kesal, sampai ia hampir menjadi gila dan mulai menggilaimu.
1 tag
Engkau mengharumkan namaku di telinga para malaikat, sesaat setelah surga tahu seberapa besar isi hatimu. Sampai di suatu malam yang agak dingin,
paduan suara surga hendak menggiringmu tidur. Dengan tangga nadanya engkau menapak, membuka pintu mimpi yang kuharap indah. Tentangku.
1 tag
Aku tahu dengan baik, aku mencintaimu.
Apa aku mencintaimu dengan baik?
Aku...
1 tag
Salam Kepada Malam
Temaram Langit hendak membenam, mengganti mata menjadi malam Kemudian padam
Tenggelam Rindu bagai tempat yang dalam, aku menyelam Jiwa memendam
Kelam Hatinya tidak tersiram, angin pulang membawa lebam Suram Geram Kejam Menghantam Memutar yang terekam Siksaan sepi di tiap jam
Salam.
1 tag
Es Krim Belia
Suatu sore, Belia ada di lobi gedung Fakultas Ekonomi. Duduk sendiri di anak tangga sambil melumat es krim dengan penghayatan. Sepoi-sepoi mengibas rambutnya yang lembut. Joko yang duduk tidak jauh darinya hanya bisa terbata-bata. Belia berhasil memaku mata Joko dengan tidak disengaja sambil membayangi andaikan ia jadi es krim itu. Konyol!
Belia tidak begitu mengenal Joko dengan baik. Andai kata...
1 tag
Gugur
Di medan pertempuran hati yang hujan dentum-dentuman Aku telah mati Gugur Demi kemerdekaanmu
Darah perasaanku tumpah di tanah cintamu Meresap ke akar hidupmu Tidak menumbangkanmu
Sementara wujudku berlalu Angin membekukanku Memudarkan warna senyumku
Sampai waktu membawa kamu Nafasku tidak tercium lagi
Suatu hari Bila kau tidak lagi mencintaiku.
1 tag
Palbis - Tentang Wanita Cantik Dalam Antrean
Seseorang bertanya kepada Palbis, “Pal, kira-kira bagaimana kamu mengajak kenalan seorang wanita?”
Palbis tertawa. Ia tidak seniat menghafal kiat hanya untuk berkenalan dengan wanita. Tetapi memang untuk menyodorkan tangannya di depan wanita cantik, Palbis memulainya dengan tidak biasa. Strategi yang muncul begitu saja, seperti inspirasi yang tiba-tiba datang waktu melamun.
“Hahahaha.....
1 tag
Palbis - Tentang Kenalan Di Bus
Dear Palbis,
Aku sedang ada di bus dan wanita duduk di samping aku. Aku tidak mengenalnya tetapi ia begitu cantik. Apa yang harus aku lakukan? Sesungguhnya aku ingin mengajaknya kenalan. Segera, balas pesanku!
Jawab Palbis:
Pertama, bersyukurlah kepada Tuhan! Bukan kebetulan dan mungkin saja, ia sedang duduk di samping keberuntunganmu. Kedua, mungkin di sana terlalu bising. Maka jangan katakan...
1 tag
Palbis - Di Waktu Mabuk
Di sebuah pesta, Palbis minum terlalu banyak. Mulutnya bau alkohol dan wajahnya amat terlihat merah. Ia berdansa-dansa asyik sendiri, dan untung hentakan kaki masih sesuai ketukan. Kemudian bersama seorang wanita yang ia kenal menghampirinya. Wanita itu datang berdua dengan temannya.
“Palbis, hey, apa kabar? Aduh sombongnya Si Ganteng satu ini…”
“Oh, hey… Hehehehe..”
“Hahahaha.. Mabuk, ya?”
...
1 tag
Palbis - Tentang Kekasih Yang Cemberut
Dear Palbis,
Entah kenapa. Seperti ada mendung di langit wajahnya. Maksudku, kekasihku sering cemberut akhir-akhir ini. Aku tidak tahu apa sebabnya atau apa keinginannya. Alhasil kita sering bertengkar karena hal sepele. Kau tahu apa yang terjadi padanya? Apa yang harus aku lakukan?
Jawab Palbis:
Mungkin sudah lama ia tidak kau cium.
1 tag
Palbis - Tentang Hadiah Ulang Tahun
Dear Palbis,
Sebentar lagi ia ulang tahun. Apa kau ada ide untuk ku bisa meluluhkannya?
Jawab Palbis:
Sesungguhnya aku tidak pernah melakukan sesuatu di ulang tahun seseorang, terlebih hanya untuk meluluhkan hati orang itu. Memalukan, bukan?
Kawan, kau bertanya tentang apa ideku? Apa yang aku tahu? Mungkin aku harus lebih banyak mencontek film-film drama. Tetapi baiklah.. Aku ada sedikit ide....
1 tag
Senyuman
Selamat malam. Bukankah ini malam yang melelahkan? Aku rasa begitu.
Di malam ini, maksudku di ambang pintu mimpiku, aku tergerak untuk menulis lagi. Kali ini aku ingin menulis tentang seberapa berartinya sebuah kalimat bagi senyuman. Mungkin kamu pernah merasakan, di mana waktu kamu membaca buku sambil senyum-senyum sendiri. Atau seseorang mengatakan sesuatu padamu, lalu kemudian kamu tersenyum....
1 tag
Apa yang harus kau katakan? Bungkam itu teriak di dalam hati, melengking...
1 tag
Spanduk
Apakah kamu sedang mengumbar kekhawatiran, seakan memajang banyak spanduk di tiap menitnya? Kekasih, jangan begitu! Kau hanya melihatku melakukan sesuatu di suatu tempat dalam kepalamu. Di sini, aku hanya tidak memakan umpan kemarahanmu. Namun apapun yang kau pikirkan dan betapa melencengnya bidik ragumu, terima kasih atas kecemburuanmu yang amat memanggang ini.
1 tag
Tweet-tweet
Suatu waktu, aku menyimak timeline. Waktu itu aku hanya sedang bingung tentang apa lagi yang harus kumainkan di Twitter. Maka kuperhatikan saja mereka semua, mereka yang berlalu lalang dalam layarku. Seperti yang pernah ku-tweet sebelumnya, bahwa “nikmatnya bila aku sedang lelah menulis adalah aku jadi suka untuk membaca .”
Ada banyak kategori tweet di timeline-ku pada hari itu. Masing-masing...
Pahlawan
Hari Pahlawan yang jatuh di hari ulang tahun Ibuku memang sudah lewat. Namun tidak banyak dari rekan-rekan muda yang tertarik pada sejarah perjuangan para pahlawan yang rela mati demi Tanah Air kita. Salah satu pahlawan yang aku maksud adalah Daan Mogot. Pahlawan berdarah Minahasa ini adalah pahlawan kemerdekaan favoritku.
Pahlawan adalah seseorang yang tidak patut kita lupakan. Tidak terabaikan...
1 tag
Mengobrol Tentang Musik
Sebenarnya saya tidak begitu suka program musik yang sering tayang di pagi hari. Pada dasarnya itu program yang bagus untuk meningkatkan dunia musik tanah air dengan menyediakan lahan untuk para musisi mengeksiskan diri, namun ada yang mengganjal di balik itu.
Contoh, saya melihat penonton di salah satu program yang seakan mereka sedang bersenam pagi. Mereka mengikuti instruktsi dari seseorang di...
1 tag
Bercakap-cakap Di Hari Senang
“Apa yang sedang kamu pikirkan?”
“Ada jutaan. Kau mau aku menyebutkannya satu-satu, sementara kau bisa melihat apa yang aku pikirkan sekaligus dengan hanya tetap menatap mataku?”
“Haha.. Baiklah.”
“Dasar iseng!”
“Hei, karena aku agak sedikit tegang.”
“Aku juga.”
“Ayo bicara yang ringan-ringan!”
“Contohnya?”
“Gaunmu bagus. Indah sekali.”
“Katanya, kau lebih suka melihatku tanpa sehelai...
Aku percaya bila cinta sudah ada di dalam hati, dengan sendirinya akan ada di depan mata.
1 tag
Keluarga adalah tempat yang paling mudah untuk belajar melihat sesuatu yang...
1 tag
Saya tidak benar-benar melihat dunia sampai akhirnya saya punya seorang teman.
1 tag
Kadangkala, demi persahabatan kita harus menjadi musuh. Demikian sama dan...
Aku Percaya Kepada Senyum
Aku percaya bila kau tersenyum, malaikat bersorak-sorai. Aku percaya bila kamu tersenyum, ada malaikat cantik bertepuk tangan. Aku percaya bila kau tersenyum, ada pesta meriah di surga sana. Aku percaya kepada senyum, seperti ada banyak malaikat sedang mengepung bola mataku. Aku percaya kepada malaikat atas senyum orang yang tulus seperti kamu.
1 tag
Sampai Yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin
Sekalipun beruang kutub paru-paru basah atau jerapah radang tenggorokannya, aku tetap menetapkanmu di atas tahta dalam hatiku.
Aku tidak akan meninggalkanmu, sekalipun monyet jatuh cinta kepada kutu dan kutu itu pernah sakit hati kepada pegawai salon.
Sampai bakwan menjadi mahal dan ikan lele mencukur kumisnya, aku akan selalu selama hidup, mencintaimu sampai ku mati.
Aku akan selalu...
2 tags
Akhiran Tiada Akhir
Aku akan terus diam meskipun gempa, seraya bertapa di atas hampa, selama jantung masih memompa, sampai akhirnya kita berjumpa.
Aku merenung, penuh sanjung tiada terhitung. Ada makna di balik relung, seperti degup di dalam jantung, bahwa hati bukanlah patung.
Jiwa sudah terbawa, terpelawa berkorban nyawa, demi tawa seorang Hawa.
Aku terpaku rasa yang liar, yang berpencar di tiap debar,...
PENCINTA KATA (Part 24)
Teruntuk Rahne, nama yang selalu sanggup aku katakan,
“Tuhan!”
Ini serius! Aku menyebut nama Tuhan. Pantas kata-katamu seperti magnet. Rahne kecil menulis surat untuk Rahne besar???!!! Idemu terdengar bagai muzizat. Pantas menurutku kamu amat jenius. Kecilnya saja sudah terpikir untuk menulis surat kepada dirinya di masa depan. Hebat! Aku penasaran, Ne, atas apa isi surat yang...
PENCINTA KATA (Part 22)
To: Rahne
Tidak banyak orang beruntung yang tahu nomor handphone-ku. Petiklah pesanku ini sebagai hadiah atas indah pinta maafmu! Hehehe..
Hey! Aku tidak sengaja, seakan mengganti nomor untuk menghindarimu. Aku hanya sudah mulai terganggu dengan banyak orang tak waras yang mengirimiku pesan. Akan kuceritakan saat aku punya cukup pulsa dan baterei untuk durasi cerita yang panjang. Tetapi aku...
PENCINTA KATA (Part 21)
Seperti helaian bulu yang tersusun untuk membungkus sayap merpati, demikianlah kata maafmu. Email terakhirmu mungkin email paling keras yang memukul kepalaku, sehingga aku amat merasa begitu “cuil.” Kerapuhanmu, rasa bersalah yang kau tulis itu tampak datang bagai raksasa.
Tetapi apa aku sudah memaafkanmu? Entahlah.. Semacam bagaimana aku bisa melukiskan keadaanku dengan baik bila kau...
PENCINTA KATA (Part 18)
Teruntuk Rahne, mungkin kau masih bernama Rahne,
Aku harus menahan jariku berminggu-minggu untuk memuntahkan kemarahanku. Kau sudah tahu, Ne.. Aku Zarry, Pencinta Kata yang bukan berarti tidak bisa marah dalam tulisan. Namun sebenarnya aku sudah cukup bersabar. Aku pikir kau hanya sedang membuatku penasaran berhari-hari lamanya. Maka sengaja aku tidak mengirimimu reminder karena aku yakin kau...