June 2010
15 posts
1 tag
Mandi Hujan (Part 12)
Samar ingatanku tentang siapa Damar, tetapi aku hanya tahu sedikit tentangnya. Dia, dia hanyalah seorang lelaki beruntung yang berhasil mengambil hati wanita yang amat kucintai. Ya, dia adalah siapa yang mungkin ada disamping mantan kekasihku detik ini. Tidak kusangka, dialah yang merancang semuanya. * “TAKUT PADA KARMA?” Aku terkejut waktu mendengar cerita si artis itu. * Siapa...
1 tag
Mandi Hujan (Part 11)
“Hallo?” Sapaku garing. Ini garingnya bukan main. Ia menatapku tajam, tersenyum sebentar lalu bicara : “Kamu tahu… setelah teka-teki ditaksi, teropong, patung pancoran dan papan billboard, masih ada 3 teka-teki lagi. Tetapi Pak Supriyono bilang kau begitu keras kepala. Dasar!” Ya, Tuhan. Si cantik ini tidak sadar kalau menyuruhku mengikuti permainannya tanpa...
1 tag
Mandi Hujan (Part 10)
Wajah yang cantik, menatap kesebelah kiri, rambutnya yang panjang terurai kesebelah kanan. Oh, terlalu cepatkah ini untuk mengaguminya? HAHAHAHAHAHA, DIA INDAH SEKALI! Nah, itu dia. Benar dugaanku, ada sebuah tulisan disana. Merk shampoo terkenal, dan sebuah tagline yang berbunyi : “Rambut yang kuat, enak diapain aja.” HAH???? Tidak ada yang penting. Tidak ada kalimat yang...
1 tag
Mandi Hujan (Part 9)
“Buat apa, Mas?” Tanyanya kepadaku, kulihat matanya memicing. “Saya kepikiran mau buka internet, tanya-tanya aja apa ada daerah yang hujan hari ini.” Jelasku. “Memang, mas ga punya blackberry?” Kemudian ia bertanya lagi. “Ada, tapi ketinggalan dirumah.” Aku menjawab singkat. “Oh, begitu. Yasudah, pakai aja blackberry saya.” Pak...
1 tag
Mandi Hujan (Part 8)
“Mas, ini kita keliling Jakarta? Jakarta khan ga, kecil, Mas?” Keluh Pak Supriyono, ketika baru setengah jam kita menyusururi jalan. Aku berpikir bahwa benar juga. Jakarta adalah kota yang besar. Sulit rasanya jika aku mencari satu orang, artis pula. Tidak ku ketahui keberadaannya, yang menjadi petunjuk hanyalah hujan. Akan tetapi, kulihat langit yang gelap tidak berbintang. Bulanpun...
1 tag
Mandi Hujan (Part 7)
Ternyata wanita gila itu adalah seorang artis terkenal? Aneh. Taksi, teka-teki, hotel, teropong, pesan, pancoran dan sekarang papan billboard yang menampilkan wajahnya. Hmmm, aneh. Jika ia ingin mencari orang yang bisa dicintainya, mengapa sampai serumit ini? Sebenarnya khan dia bisa menjumpai orang baik dengan mudah. Apalagi dia orang terkenal. Pasti banyak jutaan sapa yang menghujaninya. Kenapa...
1 tag
Mandi Hujan (Part 6)
Aku tidak memakai jam tangan, Pak Supriyono yang memakainya. Kuintip arah jarumnya, ternyata sudah hampir jam 10 malam. Sedari pertama kali Sang surya pamit tadi, aku sudah meluangkan waktuku bersama Pak Supriyono. Dia bukan temanku, dia terlihat seperti rekan kerjaku. Seorang partner yang membantuku mencari sesuatu. Mungkin ini arus rasa penasaran yang terlalu kuat. Magnetika sebuah permainan...
1 tag
Mandi Hujan (Part 5)
Dia menyindirku, menyuruhku menjaga mataku? Hello, siapa dia? Terserah aku mau melihat siapa saja. Kenapa dia yang cemburu? Aku mulai stress dan mengalihkan pikiranku sejenak sambil membakar sebatang rokok. FUHHH…. Detik perdetik berjalan, tetapi pikiranku berlari-lari. Aku menghembuskan nafas dengan panjang dan biarlah malaikat mencatatnya. Apa-apaan ini? Aku sibuk mengurus permainan yang...
1 tag
Mandi Hujan (Part 4)
Dimana, dimana dan dimana? Pusing aku mencarinya lagi. Perasaan, beberapa jam yang lalu aku merasakan sebuah kesunyian. Bintang-bintang memejam, bulan sembunyi, anginpun tidak tahu mau kemana arahnya. Sudahlah.
Aku menghembuskan nafasku dengan panjang. Aku yakin ada malaikat yang menghitung nafasku ini, untuk yang tak terhingga kalinya. Akhirnya terpecahkan sudah teka-tekinya. Ya, sudahlah…...
1 tag
Mandi Hujan (Part 3)
“Mas, apa jawaban teka-tekinya? Kasih tahu, kasih tahu?” Tanya Pak Supriyono yang penasaran. Terlihat penasarannya yang berapi-api, ketika kulihat gas dipacunya semau jidad. Tak, apa. Bagus, semakin cepat sampai sana, aku rasa penasaranku semakin terobati.
Wanita ini aneh. Siapa dia? Bisa-bisanya menemukan aku yang lagi gundah gulana, mengerjaiku dengan sebuah teka-teki. Dia bukan...
1 tag
Mandi Hujan (Part 2)
“Mas, kita sudah di Menteng. Menteng mananya kalau boleh tahu?” Pak Supriyono membuyarkan konsentrasiku.
Sedari tadi aku menatap sebilah kertas yang tertera sebuah teka-teki. Berapa terakhir kalinya aku tes IQ? Ah, tapi aku yakin.. wanita aneh ini tidak sedang mencari jelmaan Einstein. Karena sulit ia menemukan yang seperti itu di Jakarta. Kota yang keras, tetapi juga malas. Apalagi,...
1 tag
Mandi Hujan (Part 1)
Aku melihat warna petang temaram. Warna bumi yang kelelahan, seusai membentengi kulitku dari hembusan angin matahari. Tidak ada setetes air yang jatuh dari atas, hari ini. Mungkin keringat ozon telah mengering, dipanggang asap dan polusi. Kuning lampu-lampu kota menyorot kebawah, melotot pada para pengendara yang kurang disiplin. Disini aku masih saling bertatap-tatapan, hanya antara aku dan sang...
SADGENIC: Rindu Itu →
Rindu adalah rentang, sebuah panjang yang tak ingin kau ukur. sebuah pilu yang kau ingin kubur. Rindu adalah ketiadaan penghuni dalam ruang antara taman hati dan semesta pikirmu. Rindu adalah jeda, untuk lebih mencintaimu Rindu adalah sejenis penyakit, menyerang paru-parumu, meneror detak…
1 tag
alamiya
Cahaya matahari memancar ke segala arah. Tidak pernah ada kesempatan untuk bisa mengatakan, “Aku ada dibelakang matahari dan dia tidak melihatku.” Maka ketika aku berjumpa dengan malam, akulah yang membelakanginya, menganggap bulan sebagai penerang lalu bercinta dengan pesona sinarnya, dihadapan kerlap-kerlip banyak bintang yang mengintip dari kejauhan. Sambil menikmati sekarang, aku...
#narsisromantis : Apa kau suka puisiku? Asal kau tahu saja, resepnya datang dari surga.
#narsisromantis : Aku tahu aku terlihat menawan waktu tersenyum. Asal kau tahu, kau biang keladinya! Dasar..!
#narsisromantis : Kau terlihat takut waktu cembetut. Tenang, aku tidak akan menuntutmu ke jalur hukum, hi pencuri pandang.
#narsisromantis : Apa kau merasa nyaman tanpa aku?...