rannpratiwi asked: Bang, tau ga gimana caranya get yourself back, enjoying your own life tanpa orang yang biasanya dulu-dulu 90% hidup lo ya spent bareng dia setiap harinya?

Ia adalah seseorang yang (pernah menjadi) terdekat, seperti setengahnya (atau mungkin lebih) dari diri kamu. Ia telah menyatu dengan keseharianmu, bersamanya adalah caramu melewati kebanyakan waktu. Ketika tiba-tiba ia menghilang atau menjauh, kau kehilangan arah, tak tahu harus ke mana dan bagaimana. Aku mungkin dapat merasakan yang kamu rasakan. 

Ada kesedihan, rasa kehilangan, di mana sesungguhnya itu manusiawi. Jangan bolos dari kesedihan itu, jangan menghindari rasa kehilangan itu. Lewatilah itu, rasakanlah itu. Jangan khawatir, kelak akan ada saatnya kamu kembali menjadi diri kamu yang seharusnya. Tentu kekosongan yang kamu rasakan sekarang tidak perlu berlarut-larut. Perbanyak aktivitasmu, carilah kegiatan baru dan beberapa hal baru lain yang membuatmu berkonsentrasi ke sana. Kuharap kekosongan itu segera terisi dan kehilangan adalah pelajaran yang tak perlu terulang lagi. Semangat! 

To love someone, you have to love yourself. So when someone leave you, you’re not lose.

utyyness asked: bang zarry, mau nanya menurut bang zarry kapan seseorang berhenti "menjelajah" demi mencari sebuah "rumah"?

Apa yang biasa membuat kita berhenti? Mungkin kalau tidak karena lelah, ya karena jatuh. :)

Aku beruntung, aku hidup di ruang lingkup yang luas dan berteman dengan segala macam jenis lingkungan. Tidak semua orang memiliki kesempatan seperti aku. Tentu banyak kutemukan berbagai pengalaman, berbagai karakter orang dan apalagi godaan-godaan. Terkadang di dalam kita mengenali hidup, ada risikonya.

Aku menanti saat di mana aku dapat menjumpai rasa lelah atau biar aku jatuh sekalian. Tetapi mengapa aku harus menyerahkan keinginanku pada sang waktu jikalau sesungguhnya aku bisa mengambil keputusan sendiri, sekarang. Ini diskusi yang berat antara seseorang dengan dirinya sendiri. Ada banyak hal di sekelilingku, itu membuat mataku menjelalahi segala macam bentuk keindahan. Terkadang ini seperti mencobai diri sendiri, tetapi kupikir aku hendak terbiasa menjumpai banyak keindahan, supaya kelak saat aku memiliki “rumah”, tidak ada satu keindahan pun yang dapat menahanku pulang. :)

Percayalah ada keindahan-keindahan yang sengaja dihadirkan untuk menguji, untuk ditolak. Ada kenikmatan-kenikmatan yang sengaja didatangkan untuk menggoda, untuk dilepaskan. Dan ada satu kesatuan dari keindahan dan kenikmatan, yaitu kebahagiaan, di mana kebahagiaan itu tercipta untuk kita miliki.

// Sumpahku Padamu//

Ada permata-permata kecil di dalam ingatan. Selalu menyala, memberi ketenangan, sekalipun harus melangkah dengan memejam. Mungkin permata-permata itu memantulkan cahaya dari wajahmu; bayangan yang masih terpelihara di dalam hati.

Menyayangimu seperti mengalir, aku tak pernah menjumpai hilir. Tiada muara untuk aku dapat melupakanmu. Hingga di penghujung hari ini, katakanlah sisa sedikit langkah ke pintu masuk menuju esok, tetapi ada tumpukan kenangan yang menumpuk di kereta kecil yang kuseret.

Aku pernah meminta hatimu dengan sangat, tetapi tidak dengan memaksa. Aku tidak mungkin mengemis untuk memohon kau jujur pada dunia, bahwa akulah satu-satunya yang kau ingin mendampingimu, bahwa kau tak akan pernah menemukan kebahagiaan jika hidup tanpa kekuranganku. Sebab akulah pelengkapmu, Sayangku. Kau dan aku hanya akan menjumpai hari yang selalu seperti tak pernah berakhir.

Tidak, menurutku keadaan bukan pemenang, sebab cinta tiada lawan. Kau hanya menyerah dan seperti gelas yang jatuh ke lantai, mimpi kita tinggal serpihan. Sekarang baiklah, menikahlah dengannya! Aku bersumpah, wajahku akan selalu ada di tiap kau memejamkan mata. Aku bersumpah, selama kau masih ingat namaku, peluknya akan selalu terasa hambar.

 

// Tak Ada Hari Untuk Kau Kembali//

Bersembunyi membuat kita melahirkan dunia sendiri. Dunia yang selalu sama, tak berubah; perasaan. Memang, aku telah banyak mengecewakanmu, baik sengaja maupun tidak, namun perasaanmu tidak bergeser, masih pemaaf yang tak pernah tergantikan. Terima kasih! Kau telah menjadi perempuan yang terima aku luar dan dalam, sosok yang sering menjelaskan apa yang tak ingin kusampaikan. Tidak ada satu kekurangan pun yang perlu aku sembunyikan dari engkau. Tidak ada satu kelebihan pun yang tak kupersembahkan padamu. Tidak ada.

Mungkin, waktu akan membawaku lenyap dari hatimu. Mungkin, itu adalah hari yang tak pernah ingin aku lewati. Mungkin akan ada saat di mana kau tak perlu mencintaiku lagi. Tetapi mungkin, aku pikir itu bukan hari ini, malam ini, detik ini.

Sesungguhnya hatiku akan selalu terjaga, kapanpun engkau ingin kembali. Aku sering bertanya kepada benda-benda mati; apa hati bisa melucu? Sebab kata hati, aku bisa memilikimu, lagi. Kini, sebenarnya kejauhanmu membuat aku menanti-nanti kesalahanku sendiri, di mana aku sedang merasa benar dalam meyakini; hari di mana kau akan kembali itu tak ada.

 

Ketidak-tahuan adalah jawaban yang seringkali dianak-tirikan. Banyak yang tidak puas pada jawaban itu, padahal seringkali itu kejujuran. Dan kadangkala, kenyamanan diperoleh dari ketidak-tahuan.
Kalau baru terkesan, jangan langsung menyimpulkan.
I <3 Selena!

I <3 Selena!

the-thunder-bolt:

Barney-Robin, xx.

the-thunder-bolt:

Barney-Robin, xx.

heymdta asked: Kak Zarry, boleh aku bertanya? Aku baru patah hati, seseorang mematahkan hati ku hingga hancur berkeping-keping. Masalahnya, sebagian dari diri ku ingin lupa. Benar-benar lupa jika aku pernah jatuh cinta padanya. Tapi sebagian lainnya ingin ia tetep ada disini. Ingin selalu mengabadikannya, dalam bentuk tulisan. Jadi apa yang harus aku lakukan?

Tumpahkan segala kesedihanmu dengan berkarya, sampai tidak ada lagi tersisa kesedihan itu di hatimu. :)