Aku akan berbicara denganmu di dalam keheningan, aku akan melihatmu di saat mata memejam. Aku akan mendengar suaramu di acap kali aku bernyanyi, dan setiap aku melangkahkan kaki ini, akan kubuat kamu percaya. Kau akan menari di tiap jantungku berdebar, hingga kedalaman hatiku menjadi tempatmu berjingkrak-jingkrak. Tahukah kau ada banyak kata yang masih berpesta dengan darahku? Itu karena merindukanmu telah menjadi satu dengan denyutku. Salam terhangat dari tempatku yang amat jauh, “Aku.”